Dailykaltim.co, Penajam – Dinas Pertanian (Distan) Penajam Paser Utara (PPU) mengupayakan agar Petung dapat menjadi titik alternatif penyaluran BBM untuk petani. Usulan itu muncul karena selama ini penyaluran masih terpusat di Babulu, sehingga jarak menjadi kendala bagi petani dari wilayah lain.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Distan PPU, Mahfud, mengatakan saat ini titik penyaluran BBM pertanian hanya berada di Babulu. Di luar itu, belum ada lokasi lain yang melayani penyaluran serupa.
“Sekarang hanya di Babulu. Di tempat lain belum ada,” ujar Mahfud.
Menurut Mahfud, Distan PPU telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk mengupayakan pembukaan titik layanan di Petung. Namun, pembukaan titik penyaluran tidak bisa dilakukan sepihak karena harus mengikuti ketentuan dari BPH Migas.
“Kami koordinasi dengan Pertamina, mengusahakan supaya Petung bisa dibuka. Harus ada dari BPH Migas. BPH Migas yang menentukan bahwa di sini bisa,” katanya.
Melalui mekanisme surat rekomendasi dan aplikasi XStar, BPH Migas mendorong penyaluran BBM subsidi lebih tertib dan tepat sasaran, termasuk untuk sektor pertanian.
Mahfud mengatakan, keluhan jarak banyak datang dari petani di Penajam, Waru, dan Sepaku. Bagi mereka, mengambil BBM ke Babulu membutuhkan waktu dan biaya tambahan.
“Keluhan teman-teman dari Penajam dan Waru, terlalu jauh ke Babulu. Apalagi Sepaku, sudah tidak mengambil karena terlalu jauh. Makanya apakah bisa alternatif dibuka di Petung?” jelasnya.
Menurut Mahfud, wacana Petung sebagai titik alternatif pernah dibahas bersama pihak terkait. Pengelola SPBU Petung juga disebut hadir dalam pembahasan tersebut. Namun, lokasi itu belum dapat disebut sebagai titik penyaluran yang sudah pasti beroperasi.
“Pada saat itu pengelola SPBU Petung juga hadir. Tetapi mungkin tidak digabung dengan umum. Kalau di Babulu pada hari penyaluran, tidak ada untuk umum. Khusus pertanian satu hari itu,” ujarnya.
Mahfud mengatakan, delapan ton BBM dalam satu kali penyaluran di Babulu sebenarnya masih belum cukup. Karena itu, Distan PPU berupaya agar seluruh kuota yang tersedia dapat terserap untuk petani.
“Habis atau tidak habis, kita usahakan habis. Karena sebenarnya masih kurang. Delapan ton untuk satu kali penyaluran masih kurang,” tutupnya.
[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
