Dailykaltim.co, Penajam – Diskominfo PPU menyiapkan rencana pengadaan Starlink untuk mendukung layanan publik pada 2027. Perangkat internet satelit itu diusulkan untuk sejumlah titik pelayanan, mulai dari kantor desa dan kelurahan, pos pelayanan terpadu (posyandu), hingga fasilitas publik lain yang membutuhkan akses internet.
Kepala Bidang Sumberdaya TIK dan Statistik Diskominfo PPU, Fitriani, mengatakan rencana tersebut sudah masuk dalam tahap awal pengusulan. Namun, realisasinya masih menunggu persetujuan dan kelengkapan perencanaan.
“Tahap awal sudah kami usulkan. Kami berencana mengusulkan beberapa Starlink untuk pelayanan publik: kantor desa/kelurahan, posyandu, atau tempat pelayanan lainnya,” ujar Fitriani.
Menurut Fitriani, pengadaan perangkat saja belum cukup. Pemerintah daerah juga harus memikirkan biaya berlangganan agar perangkat tetap dapat digunakan setelah dipasang.
“Untuk biaya bulanan juga ingin saya usulkan. Pengadaan Starlink direncanakan 2027. Usulan pengadaan sudah termasuk berlangganan satu tahun. Untuk tahun sesudahnya, ingin saya usulkan lagi,” katanya.
Dalam skema pengusulan akses internet, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Komdigi memiliki platform PASTI untuk mengajukan kebutuhan akses internet, Base Transceiver Station (BTS), serta infrastruktur lainnya. Pengajuan akses internet dapat dilakukan melalui pemerintah daerah, termasuk Diskominfo setempat.Â
Fitriani menegaskan, rencana pengadaan Starlink tersebut belum menjadi kepastian. Diskominfo PPU masih perlu menunggu hasil pembahasan dan peluang dukungan dari kementerian.
“Itu baru rencana, belum tahu disetujui atau tidak. Saya ingin melobi kementerian. Kalau bisa, alhamdulillah. Kalau belum bisa menjadi PR Pak Bupati,” jelasnya.
Ia menyebut, biaya berlangganan tahun berikutnya juga harus dipikirkan sejak awal. Jika perangkat hanya aktif pada tahun pertama, maka keberlanjutan layanan bisa kembali menjadi masalah.
“Nanti saya sampaikan kepada beliau: kami sudah berupaya, tetapi antisipasi tagihan untuk satu tahun berikutnya bagaimana?” ujarnya.
Model akses internet berbasis satelit sendiri mulai banyak digunakan untuk layanan publik di wilayah sulit jaringan. Kementerian Kesehatan pernah menggandeng Starlink untuk mendukung akses internet di puskesmas terpencil, perbatasan, dan kepulauan, terutama karena masih ada fasilitas kesehatan yang tidak memiliki akses internet atau memiliki akses terbatas.Â
[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
