Dailykaltim.co, Penajam –Â Sebagian produksi gabah petani di Penajam Paser Utara (PPU) disebut terserap oleh Bulog. Serapan itu menjadi bagian dari rantai pengelolaan stok pangan, sementara gabah atau beras yang tersimpan di penggilingan tetap dapat masuk ke pasar.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan PPU, Mulyono, mengatakan serapan Bulog terhadap produksi gabah petani cukup besar. Ia menyebut persentasenya berada di kisaran 30 persen hingga hampir 50 persen.
“Sekarang hampir 30 persen atau hampir 50 persen produksi gabah dari petani itu diserap oleh Bulog,” ujar Mulyono.
Secara nasional, Bulog memang mendapat penugasan pemerintah untuk menyerap gabah dan beras petani dalam negeri. Bulog menyebut penyerapan dilakukan untuk memperkuat Cadangan Beras Pemerintah, menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.Â
Mulyono menjelaskan, tidak semua produksi gabah masuk ke Bulog. Stok yang masih berada di penggilingan tetap bisa dijual ke pasaran untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Jadi yang tersimpan di penggilingan-penggilingan itu bisa dijual ke pasaran,” katanya.
Menurutnya, keberadaan stok di penggilingan tetap penting bagi pasar lokal. Penggilingan menjadi salah satu jalur masuk beras ke pasar, sementara Bulog mengelola stok untuk kebutuhan program pemerintah.
Bulog juga mencatat stok beras yang dikelola digunakan untuk berbagai kebutuhan pemerintah, mulai dari stabilisasi harga, bantuan pangan, hingga antisipasi gejolak pasar. Dalam catatan Bulog, realisasi serapan gabah dan beras petani secara nasional telah mencapai lebih dari 3 juta ton hingga awal Juni 2026.Â
Mulyono mengatakan, beras yang dikelola Bulog juga berkaitan dengan program bantuan pangan pemerintah. Program tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan stok beras yang diserap dan dikelola pemerintah.
“Kalau untuk di Bulog, ada program pemerintah berupa bantuan pangan,” jelasnya.
Ia menilai, serapan Bulog dan perputaran stok di penggilingan perlu sama-sama berjalan. Jika seluruh produksi hanya tertahan di satu jalur, pasokan pasar dapat terganggu. Sebaliknya, jika tidak ada serapan pemerintah, stabilitas harga di tingkat petani juga bisa terpengaruh.
[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
