Dailykaltim.co, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) membuka peluang membantu penyediaan booth bagi pelaku UMKM yang akan menempati kawasan RTH depan Stadion Panglima Sentik. Namun untuk sementara, pedagang diminta menyiapkan booth secara mandiri terlebih dahulu.
Sekretaris Dinas KUKM Perindag PPU, Syamsul Adha, mengatakan pemerintah daerah tidak ingin proses pemindahan UMKM dilakukan secara tergesa-gesa. Penataan akan berjalan bertahap sambil melihat kemampuan anggaran daerah.
“Sementara ini mereka siapkan sendiri dulu. Kita sambil berjalan, nanti kami yang menganggarkan untuk menyiapkan,” ujar Syamsul.
Menurut Syamsul, pemerintah sebenarnya memiliki rencana untuk menyediakan booth agar tampilan kawasan lebih seragam. Jika kondisi keuangan daerah memungkinkan, booth tersebut dapat disiapkan pemerintah dan didistribusikan kepada pedagang.
“Ada rencana kita yang siapkan booth-nya supaya seragam, nanti tinggal didistribusikan,” katanya.
Berdasarkan informasi yang berkembang sebelumnya, sekitar 120 pelaku UMKM disiapkan untuk relokasi ke kawasan RTH depan Stadion Panglima Sentik. Dalam rencana awal, booth sementara disebut disiapkan secara mandiri oleh pedagang sambil menunggu penataan lebih lanjut dari pemerintah daerah.
Syamsul menyebut, Bupati dan Wakil Bupati PPU memiliki perhatian terhadap pelaku UMKM. Namun, ia menilai penataan kawasan baru harus tetap dilakukan bertahap agar tidak menimbulkan beban baru bagi pedagang maupun pemerintah.
“Kalau keuangan kita bagus, insyaallah. Saya pikir Pak Bupati dan Pak Wakil perhatian sekali terhadap UMKM ini. Tetapi kita enggak usah terburu-buru,” jelasnya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah tetap berupaya memperbaiki penataan UMKM ke depan. Namun, untuk tahap awal, pedagang tetap diminta menyiapkan kebutuhan sementara secara mandiri.
“Sementara dari mereka sendiri. Tetapi ke depan ada upaya, pasti kita perbaiki semaksimal mungkin,” ujarnya.
Syamsul menambahkan, ke depan pemerintah juga perlu membahas aspek retribusi daerah jika kawasan tersebut sudah berjalan lebih tertata. Pembahasan itu penting agar pengelolaan kawasan memiliki dasar yang jelas.
“Iya, pasti kita perbaiki. Jadi retribusi daerahnya nantinya (juga perlu dibahas),” tutupnya.
[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
