Dailykaltim.co, Penajam – Layanan angkutan umum di Penajam Paser Utara (PPU) masih belum menjangkau seluruh trayek yang tersedia. Dinas Perhubungan (Dishub) PPU mencatat, dari sembilan trayek yang dimiliki daerah, baru lima trayek yang terisi angkutan umum. Empat trayek lainnya belum terlayani.
Kepala Dishub PPU, Agus Dahlan, mengatakan jumlah angkutan umum yang tercatat saat ini sebanyak 68 unit. Namun, jumlah tersebut belum cukup untuk mengisi seluruh trayek yang tersedia di PPU.
“Ada 68 unit angkutan umum. Trayeknya ada sembilan,” ujar Agus.
Menurut Agus, kondisi layanan angkutan umum belum merata. Dari total sembilan trayek, hanya lima trayek yang masih memiliki kendaraan angkutan umum yang beroperasi.
“Sebenarnya kami ada sembilan trayek, tetapi trayek yang terisi angkutan umum itu hanya lima trayek. Jadi ada empat trayek yang tidak terlayani angkutan umum,” katanya.
Data kendaraan bermotor wajib uji (KBWU) aktif yang dilampirkan Dishub PPU juga menunjukkan masih terbatasnya kendaraan kategori angkutan orang. Dalam dokumen Data KBWU Aktif, kategori ANGDES tercatat 16 unit aktif pada kelas 0–2.500, sementara kategori Mobil Penumpang (Angkutan Umum) tercatat 14 unit aktif.
Kondisi tersebut menggambarkan bahwa keberadaan armada aktif belum sepenuhnya mampu menjawab kebutuhan layanan transportasi umum di seluruh trayek. Terlebih, wilayah PPU memiliki sebaran permukiman dan aktivitas masyarakat yang cukup luas.
Agus menyebut, belum ada peningkatan signifikan terhadap jumlah unit angkutan umum. Bahkan, jumlah kendaraan yang benar-benar beroperasi cenderung berkurang.
“Untuk unitnya masih sama. Belum ada peningkatan yang berarti. Justru berkurang unit yang beroperasi. Kalau setelah ada IKN, belum ada peningkatan, masih sama,” jelasnya.
Kondisi ini menjadi perhatian Dishub PPU karena kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) belum serta-merta mendorong pertumbuhan angkutan umum di daerah. Padahal, mobilitas masyarakat berpotensi terus berkembang seiring bertambahnya aktivitas di wilayah penyangga IKN.
Menurut Agus, persoalan trayek tidak hanya berkaitan dengan jumlah jalur yang tersedia, tetapi juga kesiapan armada dan minat operator untuk melayani rute tersebut. Trayek yang tidak terlayani menunjukkan masih adanya ruang kosong dalam pelayanan transportasi publik.
[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
