Dailykaltim.co, Penajam – Dinas Pertanian (Distan) Penajam Paser Utara (PPU) mencatat adanya dua jalur bantuan pompa untuk mendukung kebutuhan air pertanian. Bantuan itu berasal dari pompa yang masuk melalui BPBD dan pompa untuk Brigade Pangan.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Distan PPU, Mahfud, mengatakan bantuan pompa yang masuk melalui BPBD berjumlah enam unit. Pompa tersebut kemudian disalurkan untuk mendukung daerah pertanian.
“Bantuan kemarin sebenarnya berupa pompa. Ada enam unit pompa kita, rata-rata enam inci. Bantuan itu masuk melalui BPBD, lalu BPBD menyalurkan ke daerah pertanian,” ujar Mahfud.
Menurut Mahfud, bantuan tersebut berbeda dengan pompa yang diterima melalui program Brigade Pangan. Untuk Brigade Pangan, jumlah pompa yang sudah ada mencapai 56 unit dan kini telah digunakan oleh petani.
“Untuk Brigade Pangan, 56 unit sudah ada, bantuan tahun 2025 kemarin. Sekarang juga dipakai, sudah di petani. Bantuannya pompa dari kementerian,” katanya.
Kementerian Pertanian sebelumnya menempatkan pompa air sebagai salah satu dukungan penting bagi Brigade Pangan. Dalam sejumlah program Brigade Pangan, bantuan alsintan dari Kementan mencakup pompa air, combine harvester, traktor, rotavator, hingga alat pendukung pertanian modern lainnya.
Mahfud menjelaskan, distribusi pompa untuk Brigade Pangan tidak sama pada setiap kelompok. Ada kelompok yang memperoleh enam unit, ada yang empat unit, dan ada pula yang tiga unit.
“Ada yang enam unit, ada yang empat unit, ada yang tiga unit. Totalnya 56 unit,” jelasnya.
Ia menegaskan, dua jalur bantuan tersebut tidak boleh dicampur sebagai satu paket bantuan yang sama. Enam unit pompa melalui BPBD dan 56 unit untuk Brigade Pangan memiliki konteks penyaluran yang berbeda.
Dalam konteks nasional, Kementan juga memperkuat penyediaan air untuk pertanian melalui program pompanisasi. Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan menyebut dukungan penyediaan air diperkuat melalui program pompanisasi untuk mengantisipasi musim kemarau dan potensi kekeringan.
Mahfud juga membandingkan bantuan pompa untuk PPU dengan daerah lain di Kalimantan Timur. Ia menyebut, dalam daftar yang dilihatnya, Paser menerima jumlah lebih banyak dibanding PPU.
“Kalau saya lihat daftar kemarin, yang paling banyak itu dari Paser, ada delapan. Kita enam. Dari 75 unit bantuan untuk Kaltim secara total,” ujarnya.
Bantuan pompa menjadi penting karena kebutuhan air masih menjadi salah satu persoalan utama di sektor pertanian. Pompa dapat membantu petani mengalirkan air ke lahan, terutama saat kondisi sumber air terbatas atau memasuki musim kering.
[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
