Dailykaltim.co, Penajam – Dinas Perhubungan (Dishub) Penajam Paser Utara (PPU) akan memprioritaskan kebutuhan internal dan pemeliharaan fasilitas di tengah keterbatasan fiskal daerah. Sejumlah program seperti traffic light, rambu, Zona Selamat Sekolah atau ZoSS, hingga PJU tetap diusulkan, tetapi realisasinya bergantung pada kemampuan anggaran.
Kepala Dishub PPU, Agus Dahlan, mengatakan kondisi fiskal membuat perangkat daerah harus lebih selektif dalam menyusun prioritas. Untuk saat ini, kebutuhan dasar internal menjadi perhatian utama.
“Yang utama dalam keadaan fiskal begini tentunya kita fokuskan ke kebutuhan internal,” ujar Agus.
Menurut Agus, kebutuhan internal mencakup belanja yang bersifat mendasar seperti gaji dan insentif. Selain itu, pemeliharaan fasilitas yang sudah ada juga menjadi prioritas agar layanan tetap berjalan.
“Kebutuhan gaji, insentif, itu yang terutama, termasuk hal-hal yang sifatnya pemeliharaan seperti PJU, pemeliharaan PJU,” katanya.
Ia menjelaskan, kegiatan pengadaan tetap menjadi bagian dari rencana Dishub PPU. Namun, pelaksanaannya harus dibicarakan kembali dengan pihak yang menangani anggaran.
“Kalau untuk pengadaan-pengadaan, nanti kita komunikasi lagi dengan kawan-kawan yang menangani anggaran,” jelasnya.
Agus menyebut, kebutuhan Dishub sebenarnya cukup banyak. Salah satunya berkaitan dengan fasilitas lalu lintas seperti traffic light yang diperlukan pada titik tertentu.
“Kegiatan kita di Dishub itu sebenarnya banyak. Terutama pengadaan-pengadaan, misalnya traffic light kalau dibutuhkan,” ujarnya.
Ia mencontohkan, traffic light di depan Masjid Ar-Rahman sudah berusia cukup lama. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian Dishub dalam rencana pembenahan fasilitas lalu lintas.
Selain titik tersebut, Dishub PPU juga memiliki kebutuhan fasilitas lalu lintas di lokasi lain. Namun, seluruh rencana tetap disesuaikan dengan kemampuan anggaran.
“Traffic light kita yang di depan Masjid Ar-Rahman itu dari tahun 2007. Di lokasi lain juga kita melaksanakan itu,” ujarnya.
Agus mengatakan, Dishub PPU memiliki banyak rencana program, termasuk rambu dan ZoSS. Program tersebut tetap diusulkan karena berkaitan dengan keselamatan pengguna jalan, terutama anak sekolah dan masyarakat umum.
“Rencana kita banyak, program kita banyak, termasuk rambu dan ZoSS. Itu kita usulkan, cuma tergantung fiskalnya,” jelasnya.
Jika fiskal tidak memungkinkan, program pengadaan baru tidak bisa dipaksakan. Pemerintah daerah harus tetap menyesuaikan belanja dengan kemampuan keuangan. Dishub PPU tidak hanya mengandalkan APBD. Agus menyebut, pihaknya juga mengusulkan program melalui APBN dan pemerintah provinsi.
“Kita sudah mengusulkan melalui APBN, melalui provinsi. Namanya usulan bisa ada, bisa tidak ada,” pungkasnya.
[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
