Dailykaltim.co, Penajam – Ketergantungan pasokan komoditas dari luar Kalimantan masih menjadi salah satu tantangan dalam pengendalian inflasi di Penajam Paser Utara (PPU). Pemerintah daerah menilai, pola konsumsi masyarakat dan struktur pasokan barang kebutuhan pokok perlu menjadi perhatian bersama.
Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar, mengatakan persoalan inflasi daerah tidak hanya bisa dilihat dari harga di pasar. Di balik itu, ada faktor pasokan komoditas yang masih banyak bergantung dari luar daerah, terutama dari Pulau Jawa dan Sulawesi.
“Untuk faktor-faktor kebutuhan yang lain, saya bilang komoditas ini juga pola konsumsi kita kaitannya dengan komoditas,” ujar Tohar.
Hal itu disampaikan Tohar usai kegiatan Rangkaian Sinergi dan Kolaborasi Penanggulangan Karhutla dan Inflasi Daerah bersama Bank Indonesia di Kantor Bupati PPU.
Menurut Tohar, ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah bukan hanya terjadi di PPU. Kondisi serupa juga dialami banyak wilayah di Kalimantan.
“Enggak usah berbicara hanya PPU. Regional Kalimantan, apa sekarang yang tidak didatangkan dari daratan Jawa dan daratan Sulawesi?” katanya.
Kondisi serupa juga terlihat di Balikpapan sebagai kota terdekat dengan PPU. Pemkot Balikpapan pernah menyebut hampir semua komoditas di daerah itu berasal dari luar daerah. Dalam pemberitaan lain terkait pasar murah, komoditas pangan juga disebut didatangkan dari luar daerah, seperti Jawa dan Sulawesi.
Tohar menyebut, persoalan ini menjadi catatan penting dalam pembahasan inflasi. Sebab, ketika kebutuhan masyarakat masih banyak ditopang dari luar daerah, stabilitas harga sangat dipengaruhi distribusi, ongkos angkut, kondisi cuaca, dan ketersediaan barang dari daerah pemasok.
“Ini menjadi catatan kita. Kalau Pak Wali Kota mengatakan Balikpapan 87 persen komoditas di pasaran itu didatangkan dari daratan Jawa dan Sulawesi,” jelasnya.
Tohar menilai, gambaran tersebut juga relevan untuk PPU. Kebutuhan pasar lokal masih banyak dipenuhi dari luar Kalimantan, sehingga daerah perlu memikirkan strategi jangka panjang untuk memperkuat pasokan sendiri.
“Saya pikir tidak ubahnya PPU, kurang lebih juga kira-kira. Coba bayangkan. Ini tantangan kita tersendiri,” ujarnya.
[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
