Dailykaltim.co, Penajam – Dinas Pertanian (Distan) Penajam Paser Utara (PPU) telah membagi lima unit drone pertanian untuk mendukung layanan 29 Brigade Pangan. Karena jumlahnya terbatas, pembagian dilakukan berdasarkan kedekatan wilayah dan luasan lahan yang dilayani.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Distan PPU, Mahfud, mengatakan drone tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan tanam atau tabur, serta penyiraman atau pemupukan. Satu unit drone dilengkapi dua tangki sesuai fungsi penggunaannya.
“Kita punya lima unit drone. Drone tanam atau tabur dan drone untuk penyiraman atau pemupukan. Satu drone, tetapi ada dua tangkinya,” ujar Mahfud.
Menurut Mahfud, lima drone tersebut tidak diberikan untuk masing-masing Brigade Pangan. Distan PPU membaginya untuk melayani 29 Brigade Pangan dengan mempertimbangkan kedekatan lokasi dan luasan wilayah.
“Lima drone itu kita bagi untuk 29 Brigade Pangan. Kita mencari Brigade Pangan yang berdekatan dan membagi wilayah kurang lebih seribuan hektare,” katanya.
Penggunaan drone pertanian sejalan dengan arah modernisasi pertanian yang mulai diterapkan dalam program Brigade Pangan. Dalam sejumlah program Kementerian Pertanian, drone digunakan bersama alsintan lain seperti traktor, rotavator, dan combine harvester untuk mendukung pertanian modern.
Mahfud menjelaskan, keterbatasan jumlah drone membuat satu unit harus melayani beberapa Brigade Pangan. Ada drone yang melayani lima Brigade Pangan, ada pula yang melayani empat Brigade Pangan, bergantung pada luasan wilayah.
“Karena keterbatasan, hanya lima, ada satu drone untuk lima Brigade Pangan, ada yang empat Brigade Pangan, tergantung luasannya. Kurang lebih sekitar seribuan hektare, ada plus-minus. Ada yang 1.500, mungkin ada yang 1.200. Sudah kita bagikan kepada petani,” jelasnya.
Ia menegaskan, luasan tersebut merupakan pembagian wilayah layanan, bukan kapasitas kerja harian drone. Dengan pola pembagian seperti itu, Distan PPU berupaya agar lima unit drone dapat dimanfaatkan lebih merata.
Mahfud menyebut, seluruh bantuan drone tersebut berasal dari pemerintah pusat. Hingga kini, belum ada dukungan pengadaan dari APBD maupun bantuan provinsi untuk kebutuhan tersebut.
“Sumber dananya dari pusat semua. Dari APBD belum ada. Bantuan provinsi juga belum ada,” ujarnya.
Ia juga menyebut adanya bantuan combine yang diterima langsung dari pusat melalui APBN. Namun, data tersebut perlu dipisahkan dari total realisasi combine sebelumnya karena konteksnya belum dirinci lebih jauh.
“(Bantuan) dari Budi Satrio ada. Kemarin kita dapat combine juga dua. Langsung dari pusat, dari APBN,” tutupnya.
[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
