Dailykaltim.co, Penajam – Ketersediaan air masih menjadi kendala utama pertanian di Penajam Paser Utara (PPU). Meski musim tanam sudah mulai memasuki periode Oktober–Maret, sebagian petani, terutama di Babulu, masih harus menunggu ketersediaan air sebelum turun tanam.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinas Pertanian (Distan) PPU, Mahfud, mengatakan jadwal tanam sudah mulai berjalan. Namun, kondisi di lapangan belum sepenuhnya memungkinkan karena pasokan air belum mencukupi.
“Kita sekarang dalam posisi menunggu air. Sebenarnya waktu tanam sudah mulai. Untuk musim tanam kita tetapkan sekitar Oktober ini, Oktober–Maret. Tetapi teman-teman di Babulu masih menunggu air,” ujar Mahfud.
Kondisi ini menjadi perhatian karena Babulu merupakan salah satu kawasan pertanian penting di PPU. Sebelumnya, sejumlah pemberitaan juga mencatat penerapan PM-AAS di PPU direncanakan pada musim tanam Oktober–Maret, sehingga kesiapan air menjadi salah satu faktor penting dalam pelaksanaan program pertanian modern tersebut.
Mahfud mengatakan, persoalan utama petani bukan sekadar ketersediaan alat bantu seperti pompa. Menurutnya, pompa tetap tidak akan efektif apabila sumber air yang akan dipompa tidak tersedia.
“Kendala utama kita sebenarnya air. Kadang ada bantuan pompa, tetapi saya bilang, ‘Wah, kalau enggak ada airnya apa yang dipompa,’” katanya.
Pemerintah Provinsi Kaltim mencatat PPU menjadi salah satu daerah yang terdampak kekeringan lahan pertanian, termasuk pada periode kemarau. Sementara itu, DPTPH Kaltim menyebut dukungan pengelolaan air menjadi salah satu bagian penting dalam percepatan target PM-AAS di Kaltim.
Menurut Mahfud, bantuan pompa tetap dibutuhkan, tetapi hanya dapat berfungsi apabila terdapat sumber air permukaan atau air tanah yang memadai. Jika sumber air tidak tersedia, bantuan pompa tidak cukup untuk menjawab kebutuhan pengairan di lahan petani.
Ia menyebut, kondisi ini membuat sebagian petani harus menyesuaikan waktu tanam dengan keadaan alam. Petani tidak bisa memaksakan tanam apabila air belum tersedia karena berisiko mengganggu pertumbuhan tanaman sejak awal.
[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
