Dailykaltim.co, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus mencari solusi untuk memperkuat ketersediaan air baku di tengah ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino. Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, meninjau langsung dua lokasi penampungan air di kawasan Lawe-Lawe dan Buluminung yang dinilai berpotensi mendukung kebutuhan air bersih masyarakat.
Peninjauan tersebut dilakukan bersama Direktur Perumda Air Minum Danum Taka dan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU. Kunjungan lapangan difokuskan untuk melihat kondisi embung sekaligus mengevaluasi peluang pemanfaatannya sebagai cadangan air baku.
“Kami bersama Direktur Perumda Danum Taka dan Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten PPU baru saja melakukan sidak Embung Lawe-Lawe dan Embung Buluminung PPC, terkait air baku yang ada di wilayah Kabupaten PPU,” ujar Abdul Waris Muin.
Menurut Waris, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi memengaruhi ketersediaan air. Fenomena El Nino menjadi salah satu perhatian karena dapat menyebabkan berkurangnya curah hujan dan berdampak terhadap sumber air baku yang selama ini dimanfaatkan masyarakat.
Ia menilai keberadaan tampungan air di kedua lokasi perlu dimaksimalkan agar pemerintah daerah mempunyai cadangan yang dapat diandalkan ketika pasokan dari sumber utama mengalami penurunan.
Dalam peninjauan tersebut, Waris juga menyoroti dukungan pemanfaatan lahan dari pihak perusahaan. Di kawasan Lawe-Lawe, terdapat lahan seluas sekitar 17 hektare milik Pertamina yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan cadangan air baku melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan Perumda Air Minum Danum Taka.
“Setelah kami di lapangan, melihat lahan yang diberikan oleh pihak Pertamina bekerja sama dengan pihak Perumda Benuo Taka sebanyak 17 hektare. Dari pihak PPC Buluminung juga diserahkan seluas 17 hektare,” jelasnya.
Waris mengatakan dukungan lahan tersebut membuka peluang bagi pemerintah daerah untuk mengembangkan kapasitas penampungan air tanpa harus sepenuhnya bergantung pada pembangunan sumber air baru.
Selain Embung Lawe-Lawe, perhatian pemerintah daerah juga diarahkan pada kawasan Buluminung, khususnya kolam bekas aktivitas pertambangan yang berada di area perusahaan PPC.
Menurut Waris, kolam di kawasan tersebut memiliki kedalaman sekitar 25 meter. Ia memperkirakan kapasitas tampungnya dapat mencapai sekitar 2,5 juta meter kubik air, meskipun angka tersebut masih memerlukan kepastian melalui perhitungan teknis.
“Embung Buluminung PPC kedalamannya sekitar 25 meter, bisa menampung air kurang lebih 2,5 juta meter kubik. Begitu juga Embung Lawe-Lawe,” ungkapnya.
Besarnya potensi tampungan tersebut menjadi pertimbangan pemerintah daerah untuk mengkaji pemanfaatan kedua embung sebagai sumber cadangan. Namun, ketersediaan air di dalam penampungan belum berarti seluruh volumenya dapat langsung digunakan untuk kebutuhan pelayanan air bersih.
[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
