Dailykaltim.co, Penajam – Pengelolaan data kependudukan dan profil desa di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) didorong semakin terbuka melalui Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik). Program tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah desa menyajikan informasi yang lebih lengkap dan mudah diakses masyarakat melalui website masing-masing.
Seorang pejabat pendamping Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) PPU mengatakan Desa Cantik berkaitan dengan penguatan pengelolaan data statistik di tingkat desa. Program ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung kebijakan Satu Data Indonesia.
“Program Desa Cantik (Desa Cinta Statistik) berkaitan dengan penyediaan data desa dan mendukung Satu Data Indonesia. Data yang ada di desa disusun menjadi dokumen yang dapat diunggah melalui website desa masing-masing. Jadi berkaitan dengan keterbukaan informasi publik,” ujarnya.
Menurutnya, informasi yang disajikan tidak hanya berupa angka statistik, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi dokumen profil desa yang memberikan gambaran mengenai kondisi masyarakat dan wilayah.
Data tersebut mencakup jumlah penduduk, kelompok usia, serta berbagai informasi lain yang dibutuhkan untuk mengenali karakteristik masing-masing desa.
“Data itu mencakup informasi mengenai jumlah penduduk, kelompok usia, dan profil desa lainnya. Harapannya data tidak hanya disajikan dalam bentuk diagram, tetapi juga dalam bentuk dokumen atau buku profil yang bisa diakses masyarakat,” jelasnya.
Desa Cantik merupakan program pembinaan statistik yang dikembangkan Badan Pusat Statistik (BPS). Program ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan aparatur desa dalam mengelola dan memanfaatkan data agar perencanaan pembangunan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.Â
Pejabat tersebut menjelaskan, keterlibatan DPMD PPU dalam program ini berkaitan dengan fungsi pembinaan pemerintah desa. Selama ini, DPMD lebih banyak memberikan dukungan melalui kegiatan sosialisasi dan penyampaian materi.
“Program Desa Cantik merupakan program di bidang statistik. DPMD dilibatkan karena memiliki hubungan dengan pemerintah desa dan data profil desa. Selama ini DPMD lebih banyak mendukung kegiatan sosialisasi dan menjadi narasumber,” katanya.
Meski demikian, DPMD belum terlibat langsung dalam pemantauan teknis pelaksanaan program. Peran yang dijalankan lebih diarahkan pada upaya mendorong pemerintah desa dan operator pengelola profil desa menyiapkan data yang dibutuhkan.
“Untuk monitoring teknis program, DPMD belum terlibat secara langsung. Kita lebih mendorong desa dan operator profil desa agar menyiapkan data yang diperlukan,” ujarnya.
Terkait wilayah pelaksanaan, ia menyebut Desa Bukit Raya dan Sumber Sari sebagai beberapa lokasi yang diingat pernah berkaitan dengan program tersebut. Namun, daftar lengkap desa sasaran masih perlu dipastikan kembali.
“Untuk lokasi program yang diingat antara lain Bukit Raya dan Sumbersari. Rincian lokus lainnya perlu dilihat kembali,” tutupnya.
[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
