Dailykaltim.co, Penajam – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus mendorong pemerintah desa mengembangkan inovasi untuk meningkatkan pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui sejumlah program, termasuk Sekolah Inovasi Desa dan Expo Inovasi Desa yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya.
Kepala DPMD PPU, Tita Deritayati, mengatakan setiap desa memiliki peluang mengembangkan terobosan sesuai kebutuhan dan potensi wilayahnya. Inovasi tersebut tidak harus berbentuk produk ekonomi, tetapi juga dapat menyasar peningkatan kualitas pelayanan pemerintahan desa.
“Desa sebenarnya memiliki ruang untuk mengembangkan inovasinya masing-masing. Sepanjang itu untuk kepentingan desa, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, dan mempromosikan potensi desa, silakan dilakukan,” ujar Tita.
Menurutnya, pemerintah desa juga perlu memanfaatkan perkembangan teknologi untuk meningkatkan keterbukaan informasi publik. Media sosial dapat menjadi sarana menyampaikan informasi mengenai pelayanan maupun kegiatan pemerintahan kepada masyarakat.
“Sekarang masyarakat juga membutuhkan keterbukaan informasi mengenai pelayanan dan penyelenggaraan pemerintahan desa. Media sosial bisa dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi tersebut,” katanya.
Tita menjelaskan, DPMD sebelumnya telah menjalankan Sekolah Inovasi Desa sebagai sarana peningkatan kapasitas kepala desa dan pemberdayaan masyarakat. Program tersebut juga didukung kegiatan pameran untuk memperkenalkan hasil inovasi desa.
“Tahun sebelumnya kita memiliki program Sekolah Inovasi Desa. Kegiatannya berkaitan dengan peningkatan kapasitas kepala desa dan pemberdayaan masyarakat desa. Kemudian kita juga melaksanakan Expo Inovasi Desa bersama perangkat daerah terkait,” jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut, desa-desa di PPU memperoleh kesempatan menampilkan berbagai produk unggulan dan terobosan yang dikembangkan masyarakat.
“Ada lomba inovasi dan pameran produk unggulan desa. Tujuannya memperkenalkan potensi yang dimiliki desa-desa di PPU,” ujarnya.
Sementara itu, seorang pejabat pendamping DPMD PPU menjelaskan bahwa produk unggulan desa tidak hanya terbatas pada makanan dan minuman. Potensi lainnya mencakup kerajinan batik hingga teknologi tepat guna.
“Produk unggulan desa bukan hanya makanan. Ada juga teknologi tepat guna dan kain batik. Tahun sebelumnya, salah satu produk batik desa memperoleh juara enam tingkat provinsi dalam lomba produk unggulan desa,” jelasnya.
Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi desa lain untuk meningkatkan kualitas produk dan mengembangkan inovasi yang mampu bersaing di tingkat lebih tinggi.
“Mudah-mudahan dari produk yang ada sekarang, beberapa bisa kembali diikutsertakan dalam lomba tingkat provinsi,” tutupnya.
[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
