Dailykaltim.co, Penajam – Realisasi investasi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) hingga triwulan III 2026 masih jauh dari target nasional yang ditetapkan pemerintah pusat. Dari target sebesar Rp3,3 triliun, investasi yang tercatat baru mencapai sekitar Rp700 miliar atau 21,2 persen.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) PPU, Amrullah, mengakui capaian tersebut masih menyisakan selisih yang cukup besar menjelang berakhirnya tahun anggaran 2026.
“Target investasi 2026 itu Rp3,3 triliun. Sementara realisasi sampai triwulan ketiga kurang lebih Rp700 miliar. Jadi memang masih jauh dari target,” ujar Amrullah.
Dengan realisasi sementara tersebut, PPU masih membutuhkan tambahan investasi sekitar Rp2,6 triliun untuk memenuhi target nasional. Namun, Amrullah berharap angka realisasi dapat meningkat setelah DPMPTSP melakukan monitoring dan pendampingan terhadap perusahaan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendorong pelaku usaha menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), sehingga investasi yang telah dilaksanakan dapat tercatat dalam sistem pelaporan.
“Mudah-mudahan setelah teman-teman melakukan monitoring dan pendampingan kepada perusahaan untuk melaporkan LKPM, realisasinya bisa bertambah. Karena ada beberapa faktor yang memengaruhi realisasi investasi, yaitu laporan LKPM dari perusahaan dan investasi baru yang masuk,” jelasnya.
Amrullah mengatakan pihaknya sebenarnya telah memperkirakan target investasi nasional untuk PPU pada 2026 cukup sulit dicapai. Hal tersebut sudah disampaikan ketika dilakukan pembahasan pembagian target investasi.
Namun, penetapan target tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dengan koordinasi DPMPTSP provinsi.
“Pada saat rapat pembagian target, kami sudah menyampaikan bahwa target investasi tahun ini cukup sulit dicapai. Tetapi target tersebut merupakan kewenangan BKPM melalui DPMPTSP Provinsi. Kami di kabupaten/kota menerima target yang ditetapkan,” katanya.
Menurutnya, terdapat perbedaan antara target investasi yang ditetapkan secara nasional dan target yang menjadi acuan pemerintah daerah. Target investasi daerah PPU disebut berada pada kisaran Rp1,6 triliun.
“Sebenarnya target investasi daerah PPU sekitar Rp1,6 triliun. Sedangkan Rp3,3 triliun itu target yang ditetapkan secara nasional,” ungkapnya.
DPMPTSP juga masih menghadapi persoalan pelaporan realisasi investasi dari perusahaan. Amrullah menyebut terdapat pelaku usaha yang belum menyampaikan LKPM, meskipun jumlah pastinya masih memerlukan pemeriksaan data.
“Memang masih ada perusahaan yang belum melaporkan LKPM, tetapi jumlah pastinya harus dilihat berdasarkan data. Karena realisasi investasi juga dipengaruhi laporan perusahaan. Makanya teman-teman kita arahkan untuk melakukan monitoring dan pendampingan ke lapangan agar perusahaan menyampaikan laporan realisasi investasinya,” jelasnya.
Sementara itu, kondisi investasi PPU pada 2026 berbeda dibandingkan dua tahun sebelumnya. Pada 2024, daerah ini berhasil mencatat realisasi sebesar Rp3,7 triliun atau melampaui target Rp2,5 triliun.
Amrullah menilai tingginya realisasi investasi pada periode tersebut tidak terlepas dari intensitas pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berlangsung di wilayah sekitar PPU.
“Pada 2024, target investasi kita Rp2,5 triliun dan realisasinya mencapai Rp3,7 triliun. Itu sangat dipengaruhi pembangunan IKN. Karena pada 2024 pembangunan IKN sedang gencar-gencarnya. Jadi keberadaan dan aktivitas pembangunan IKN sangat berpengaruh terhadap capaian investasi PPU,” pungkasnya.
[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
