Dailykaltim.co, Penajam – Pemulihan kawasan hutan kota di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) diharapkan tidak sekadar mengembalikan tutupan vegetasi yang rusak akibat kebakaran. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU mengusulkan agar penanaman kembali memprioritaskan jenis pohon asli Kalimantan, terutama ulin dan bangkirai, sebagai bagian dari upaya menjaga keanekaragaman hayati daerah.
Kepala DLH PPU, Muhammad Sukadi Kuncoro, mengatakan pengelolaan fisik dan rencana pengembangan hutan kota dapat ditangani oleh instansi yang membidangi kawasan permukiman. Sementara itu, DLH memberikan perhatian terhadap kondisi ekologis dan kebutuhan pemulihan lingkungan.
“Kalau rencana ke depan untuk hutan kota, silakan di Perkim. Kami melihat dari kondisi lingkungannya,” ujar Kuncoro.
Menurutnya, jenis tanaman yang digunakan dalam kegiatan penghijauan perlu menjadi perhatian. Penanaman tidak hanya diarahkan untuk membuat kawasan kembali hijau, tetapi juga mempertimbangkan keberadaan pohon-pohon khas Kalimantan yang semakin perlu dilestarikan.
Kuncoro menilai pohon ulin dan bangkirai layak dipertimbangkan dalam perencanaan penanaman kembali kawasan hutan kota.
“Kalau saya, bagusnya hutan kota itu ditanami kayu-kayuan yang memang sudah langka, seperti ulin dan bangkirai. Harus seperti itu,” katanya.
Ulin atau Eusideroxylon zwageri merupakan salah satu jenis pohon yang dikenal memiliki kayu sangat kuat dan tahan lama. Di Kalimantan, ulin telah lama dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kebutuhan konstruksi karena karakteristik kayunya yang keras.
Namun, tingginya nilai pemanfaatan kayu dan lambatnya pertumbuhan pohon menjadikan upaya konservasi ulin penting untuk dilakukan secara berkelanjutan.
Penelitian mengenai konservasi ulin yang dipublikasikan melalui Universitas Lambung Mangkurat menjelaskan bahwa kelestarian jenis tersebut menghadapi tekanan akibat perubahan penggunaan lahan, penebangan, dan regenerasi alami yang relatif lambat.
Upaya pelestarian dapat dilakukan melalui perlindungan habitat asli atau konservasi in situ, serta penanaman di luar habitat asal untuk tujuan pelestarian atau konservasi ex situ.
Selain ulin, bangkirai merupakan salah satu kelompok kayu keras yang dikenal luas dari hutan tropis Kalimantan. Jenis-jenis pohon penghasil bangkirai memiliki nilai ekologis dan ekonomi yang penting dalam ekosistem hutan.
Meski demikian, pemilihan bibit untuk penghijauan tetap perlu mempertimbangkan jenis spesifik, asal bibit, kondisi tanah, ketersediaan air, serta kesesuaian dengan habitat setempat.
Kuncoro menilai penanaman pohon asli Kalimantan dapat menjadi salah satu bentuk pelestarian kekayaan hayati daerah. Terlebih, kawasan hutan kota memiliki fungsi yang tidak terbatas pada ruang hijau, tetapi juga dapat menjadi tempat tumbuh dan pengenalan berbagai jenis vegetasi lokal.
“Jadi nanti kita tidak kehilangan kayu-kayu asli Kalimantan. Sekarang sudah mulai punah, kan?” tutupnya.
[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
