Dailykaltim.co, Penajam – Persoalan penumpukan sampah di sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) belum sepenuhnya teratasi. Meski petugas telah melakukan pembersihan sejak pagi, sampah kembali memenuhi lokasi penampungan hanya dalam hitungan jam akibat masih banyak masyarakat yang membuang sampah di luar jadwal.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU, Muhammad Sukadi Kuncoro, mengatakan kondisi tersebut diketahui melalui pemantauan rutin yang dilakukannya di lapangan. Ia menemukan bahwa sampah dapat kembali menumpuk tidak lama setelah petugas menyelesaikan pengangkutan.
“Saya setiap pagi mengecek. Setiap kali dicek, sekitar pukul 08.00 sudah penuh. Nanti pukul 11.00 penuh lagi,” ujar Kuncoro.
Menurutnya, persoalan itu tidak semata-mata berkaitan dengan kemampuan armada pengangkut. Perilaku masyarakat yang belum disiplin mengikuti waktu pembuangan turut memengaruhi kondisi TPS.
Kuncoro menilai masih rendahnya kesadaran sebagian warga menjadi tantangan dalam menjaga kebersihan tempat penampungan.
“Kenapa? Kesadaran masyarakat kita kurang,” katanya.
Ia menjelaskan, masyarakat seharusnya menyesuaikan aktivitas pembuangan sampah dengan jadwal yang telah ditentukan. Dengan pola pembuangan yang teratur, petugas dapat melakukan pengangkutan sesuai waktu pelayanan.
Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan sebagian masyarakat masih membuang sampah setelah jadwal yang disebutkan tersebut berakhir.
“Jelas waktu pembuangan sampah itu pukul 17.00 sampai 06.00 pagi. Tapi kenyataannya masih banyak yang membuang di atas jam itu. Mungkin ada yang pukul 09.00,” jelasnya.
Kondisi tersebut membuat proses pengangkutan tidak selalu menghasilkan TPS yang bersih dalam waktu lama. Sampah baru terus masuk ketika kendaraan pengangkut telah meninggalkan lokasi.
Akibatnya, tempat penampungan dapat kembali terlihat penuh meskipun sebelumnya sudah ditangani oleh petugas.
Kuncoro mengatakan situasi semacam itu kerap ditemukan saat melakukan pengecekan. Lokasi yang telah bersih pada pagi hari kembali dipenuhi sampah menjelang siang.
“Setiap pagi saya cek, sudah bersih. Tapi nanti pukul 11.00 atau 12.00 sudah penuh lagi,” ujarnya.
Menurutnya, keadaan itu menjadi tantangan bagi DLH karena petugas harus kembali menangani sampah yang muncul di luar jadwal pengangkutan.
Apabila terus berlangsung, pola tersebut dapat meningkatkan kebutuhan perjalanan kendaraan serta penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Padahal, pengelolaan armada juga harus mempertimbangkan ketersediaan anggaran operasional.
Untuk mengatasi penumpukan yang berulang, DLH PPU menyiapkan kendaraan tambahan yang bertugas menangani sampah setelah pengangkutan utama dilakukan.
“Kami menugaskan satu unit pickup untuk menangani sampah yang kembali menumpuk itu,” tutupnya.
[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
