Dailykaltim.co, Penajam – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengurangi jumlah armada pengangkut sampah yang beroperasi dari 16 menjadi 12 unit. Empat kendaraan lainnya sementara disiagakan sebagai langkah efisiensi bahan bakar minyak (BBM), tanpa menghentikan pelayanan pengangkutan sampah kepada masyarakat.
Kepala DLH PPU, Muhammad Sukadi Kuncoro, mengatakan kebijakan tersebut diambil setelah melakukan evaluasi terhadap efektivitas penggunaan armada. Menurutnya, jumlah kendaraan yang beroperasi perlu disesuaikan dengan muatan yang dapat diangkut agar penggunaan BBM tidak terlalu besar.
“Armada yang beroperasi sekarang ada 12 unit,” ujar Kuncoro.
Ia menjelaskan, sebelumnya DLH mengoperasikan 16 kendaraan. Namun, sebagian unit kemudian tidak dijalankan secara rutin karena pertimbangan efisiensi.
“Empat unit kita standby-kan karena efisiensi BBM. Sebelumnya ada 16 unit,” katanya.
Keputusan tersebut tidak diambil tanpa evaluasi. Kuncoro menyebut dirinya terlebih dahulu melakukan pengecekan terhadap pola pengangkutan sampah, termasuk memantau hasil penimbangan muatan kendaraan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Dari pengamatan awal, ia menemukan muatan kendaraan yang datang ke TPA relatif rendah dibandingkan target operasional yang kemudian ditetapkan.
“Ketika pertama kali masuk, saya melakukan pengecekan dan monitoring di timbangan TPA,” jelasnya.
Hasil pemantauan menunjukkan sebagian kendaraan hanya membawa sampah sekitar dua ton atau bahkan kurang dalam sekali perjalanan.
“Muatan truk waktu itu hanya sekitar dua ton ke bawah,” ungkapnya.
Kondisi tersebut menjadi dasar evaluasi karena setiap perjalanan kendaraan tetap membutuhkan BBM, baik ketika membawa muatan sedikit maupun ketika mengangkut sampah dalam jumlah lebih besar.
Menurut Kuncoro, pengoperasian seluruh kendaraan tidak selalu menjadi pilihan paling efisien apabila kapasitas angkut yang digunakan belum optimal.
Karena itu, DLH melakukan pembahasan internal untuk menata kembali pola kerja armada dan meningkatkan efektivitas pengangkutan.
“Kemudian saya rapat dengan teman-teman di bidang yang membidangi,” ujarnya.
Dari pembahasan tersebut, Kuncoro meminta agar pengangkutan dilakukan dengan muatan yang lebih optimal. Ia menetapkan target minimal tiga ton sampah untuk setiap kendaraan dalam pelaksanaan operasionalnya.
“Saya minta setiap satu truk minimal mengangkut tiga ton,” katanya.
Target tersebut merupakan arahan operasional DLH PPU. Pelaksanaannya tetap perlu menyesuaikan kemampuan angkut dan batas muatan yang diperbolehkan bagi masing-masing kendaraan.
Kuncoro mengatakan penataan tersebut mulai menunjukkan hasil. Dengan jumlah kendaraan yang lebih sedikit, pelayanan pengangkutan sampah disebut tetap dapat dilaksanakan.
“Akhirnya terpenuhi. Dengan memarkirkan empat mobil, pelayanan tetap berjalan,” jelasnya.
Menurutnya, penggunaan kendaraan dengan muatan terlalu sedikit justru membuat biaya operasional tidak sebanding dengan hasil pengangkutan.
“Karena kalau kita mengangkut satu ton, rugi BBM. Makanya empat unit itu kita standby-kan,” tandasnya.
[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
