Dailykaltim.co, Penajam – Pengangkutan sampah rumah tangga dari Kecamatan Sepaku menjadi salah satu kegiatan operasional Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang membutuhkan biaya bahan bakar minyak (BBM) cukup besar. Setiap hari, sekitar tujuh ton sampah diangkut menggunakan dua kendaraan, dengan kebutuhan BBM perjalanan pulang-pergi mencapai sekitar Rp1 juta.
Kepala DLH PPU, Muhammad Sukadi Kuncoro, mengatakan pengangkutan sampah dari Sepaku dilakukan secara rutin. Dua armada disiapkan untuk melayani kebutuhan pengangkutan dari sejumlah titik penampungan.
“Sepaku setiap harinya sekitar tujuh ton. Ada dua unit kendaraan yang melakukan pengangkutan. Setiap hari mengambil sampah,” ujar Kuncoro.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelayanan persampahan pemerintah kabupaten yang masih menjangkau wilayah Sepaku.
Dengan volume sekitar tujuh ton per hari, petugas harus memastikan sampah yang terkumpul dapat diangkut secara teratur agar tidak menumpuk di tempat penampungan.
Namun, pelayanan tersebut membutuhkan dukungan operasional yang tidak sedikit. Salah satu komponen pengeluaran terbesar berkaitan dengan penggunaan BBM untuk perjalanan kendaraan.
Kuncoro memperkirakan biaya perjalanan pulang-pergi armada pengangkut sampah Sepaku mencapai sekitar Rp1 juta setiap hari.
“BBM untuk perjalanan pergi-pulang sekitar Rp1 juta per hari. Kalikan saja 40 liter dengan harga Rp26.000,” jelasnya.
Perkiraan tersebut didasarkan pada penggunaan sekitar 40 liter BBM dengan harga yang disebut Kuncoro saat wawancara. Angka itu merupakan gambaran biaya operasional yang disampaikannya, bukan penetapan harga resmi BBM secara umum.
Biaya tersebut menjadi perhatian karena pengangkutan harus dilakukan setiap hari. Artinya, kebutuhan BBM merupakan pengeluaran rutin yang perlu diperhitungkan dalam penyelenggaraan pelayanan persampahan.
Selain itu, jarak pelayanan dan frekuensi perjalanan kendaraan dapat memengaruhi besarnya kebutuhan operasional. Kuncoro menjelaskan bahwa sampah yang diangkut dari wilayah tersebut merupakan sampah yang berasal dari aktivitas rumah tangga masyarakat.
Sampah rumah tangga memiliki karakteristik yang beragam karena berasal dari kegiatan sehari-hari warga. Jenisnya dapat mencakup sisa makanan, kemasan, plastik, kertas, serta berbagai material lain yang dibuang setelah digunakan.
Karena itu, pengangkutan secara teratur menjadi penting agar sampah tidak tertahan terlalu lama di titik penampungan. Kuncoro menyebut terdapat sejumlah lokasi Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang menjadi bagian dari pelayanan persampahan Sepaku.
“TPS di sana ada di Argomulyo, kemudian Sepaku 3, dan Bumi Harapan,” ujarnya.
Keberadaan beberapa titik penampungan membuat pelayanan pengangkutan harus dilakukan melalui pengaturan rute. Kendaraan perlu menjangkau lokasi-lokasi tersebut sebelum membawa sampah menuju fasilitas penanganan berikutnya.
Pengaturan rute penting untuk memastikan pelayanan berjalan efektif, terutama ketika jumlah kendaraan terbatas dan biaya operasional harus digunakan secara efisien. Dalam penjelasannya, Kuncoro juga menyinggung keberadaan fasilitas penanganan sampah di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Karena memang ada TPS di IKN. Di sana (fasilitas pengolahan sampah) menerima sampah yang sudah terpilah, yaitu organik, anorganik, dan residu,” tutupnya.
[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
