Dailykaltim.co, Penajam – Kemarau panjang mulai menekan pasokan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara. Sebanyak 33 ribu liter air telah disalurkan secara bertahap kepada warga Gunung Seteleng dan Karang Jinawi yang terdampak kekeringan.
Bupati PPU Mudyat Noor mengatakan distribusi tersebut akan diperluas ke desa dan kelurahan lain yang mengalami persoalan serupa. Menurut dia, seluruh bantuan air bersih itu berasal dari sumbangan pribadinya.
Penyaluran pertama dilakukan di Perumahan Pamulang, RT 15, Kelurahan Gunung Seteleng, Kecamatan Penajam, Rabu, 28 Oktober 2026. Sebanyak 14 ribu liter air dibagikan untuk membantu memenuhi kebutuhan harian warga.
Tiga hari berselang, bantuan kembali disalurkan ke Desa Karang Jinawi, Kecamatan Sepaku, Sabtu, 31 Oktober 2026. Volume air yang didistribusikan di wilayah tersebut mencapai 19 ribu liter.
“Alhamdulillah, pembagian air bersih bisa kami salurkan ke sejumlah desa dan kelurahan di PPU. Semoga lebih banyak lagi kawasan yang bisa dijangkau untuk mendapatkan air bersih secara gratis ini,” ujar Mudyat.
Kemarau tidak hanya mengurangi ketersediaan air bagi sebagian masyarakat. Kondisi kering juga meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan yang dapat memicu kabut asap di sejumlah kawasan.
Dalam situasi tersebut, air bersih menjadi kebutuhan mendesak, terutama bagi keluarga yang tidak memiliki sumber pasokan alternatif. Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat mengurangi beban warga untuk sementara waktu.
Mudyat meminta masyarakat melaporkan wilayah yang mulai mengalami kesulitan air. Informasi dapat disampaikan kepada dirinya maupun melalui pemerintah desa, kelurahan, kecamatan, dan Pemkab PPU.
“Bismillah, bantuan ini merupakan atas nama pribadi saya. Doakan, kawasan lain yang kesulitan air bersih bisa kami jangkau. Bagi warga yang kesulitan air bersih, bisa lapor ke saya,” harapnya.
Laporan masyarakat akan digunakan untuk mengidentifikasi kawasan yang membutuhkan distribusi berikutnya. Namun, belum terdapat perincian mengenai jumlah wilayah terdampak, volume bantuan yang disiapkan, serta jadwal penyaluran ke lokasi lain.
Distribusi air direncanakan berlanjut selama masyarakat masih menghadapi kekurangan pasokan. Kendati membantu dalam keadaan darurat, penyaluran dengan kendaraan pengangkut belum menjadi penyelesaian permanen terhadap persoalan air bersih.
Pemerintah daerah tetap perlu memetakan sumber air, kapasitas jaringan, dan kebutuhan setiap wilayah. Upaya jangka panjang diperlukan agar warga tidak terus bergantung pada bantuan ketika kemarau kembali berlangsung.
[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
