Dailykaltim.co, Penajam – Alokasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya atau BSPS untuk Penajam Paser Utara (PPU) turun dari rencana awal 270 unit menjadi 200 unit. Meski begitu, total penanganan rumah pada tahun ini tetap mencapai 271 unit karena ada tambahan dari program provinsi dan APBD PPU.
Kepala Disperkimtan PPU, Riviana Noor, mengatakan pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab berkurangnya alokasi BSPS tersebut. Padahal, data yang diminta pemerintah pusat sudah dipenuhi, bahkan dikirim dalam jumlah lebih banyak dari kebutuhan awal.
“Yang 70 (unit) pending itu kita enggak tahu, karena awalnya dialokasikan 270, tapi yang turun cuma 200,” ujar Riviana.
Menurut Riviana, Disperkimtan PPU tidak dapat memastikan apakah pengurangan itu disebabkan keterbatasan anggaran pusat atau pertimbangan lain. Pemerintah daerah hanya mengetahui bahwa alokasi yang turun saat ini baru 200 unit.
“Apakah keterbatasan anggaran di pusat atau seperti apa, kita tidak tahu. Tapi yang jelas kita sudah memenuhi kuota data yang diminta, bahkan lebih,” katanya.
Ia menyebut, hingga saat ini belum ada tambahan alokasi BSPS di luar 200 unit tersebut. Namun, PPU masih mendapatkan dukungan penanganan rumah dari sumber lain, yakni provinsi dan APBD daerah.
“Kalau sementara ini belum ada turun lagi, baru 200 itu saja. Cuma itu yang dari BSPS. Kalau yang dari provinsi, kita akan dapat juga 50 unit RTLH yang akan dibangun. Kemudian dari APBD sendiri ada 21. Jadi totalnya 271,” jelasnya.
Dengan tambahan 50 unit Rumah Tidak Layak Huni atau RTLH dari provinsi dan 21 unit dari APBD PPU, total penanganan rumah mencapai 271 unit. Jumlah itu setara dengan kuota awal yang sebelumnya direncanakan.
Riviana memperkirakan, pemerintah pusat mungkin mempertimbangkan adanya tambahan alokasi dari provinsi dan APBD daerah. Namun, ia menegaskan bahwa hal itu hanya dugaan karena keputusan alokasi tetap berada di pusat.
“Mungkin karena melihat ada alokasi provinsi 50, dari kita 21, jadi total 271. Makanya kita dikasih 200 saja. Jadi untuk kuota 270 itu sudah terpenuhi,” katanya.
“Mungkin seperti itu pemikirannya orang pusat. Kita kan enggak tahu juga seperti apa,” lanjutnya.
Riviana mengatakan, seluruh alokasi BSPS yang turun ke PPU masih terus berprogres. Rata-rata pelaksanaan sudah berjalan, meski belum seluruhnya selesai.
“Kalau yang dari BSPS itu masih berprogres semua. Rata-rata sudah jalan, cuma mungkin masih sekitar 50 persen,” jelasnya.
[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
