Dailykaltim.co, Penajam – Perubahan kualitas udara di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menunjukkan kondisi yang perlu diwaspadai. Dalam rentang sekitar satu pekan, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang sebelumnya berada pada angka 98 meningkat menjadi 102, sehingga status kualitas udara bergeser dari kategori sedang menjadi tidak sehat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU, Muhammad Sukadi Kuncoro, mengatakan perubahan itu diketahui melalui pemantauan yang dilakukan secara rutin. Hasil pengukuran pada pagi hari hingga menjelang siang menunjukkan kualitas udara telah memasuki kategori tidak sehat.
“Saat pagi (kualitas udara sudah tidak sehat). Tadi saya ukur sekitar pukul 11.00 juga 102,” ujar Kuncoro.
Menurutnya, perkembangan angka tersebut menjadi perhatian karena kualitas udara di PPU sebelumnya masih berada dalam kategori sedang. Perubahan indeks meskipun tidak terlalu besar secara angka telah membuat status kualitas udara melewati batas kategori.
“Alhamdulillah, di PPU minggu kemarin masih dalam kondisi sedang. Tapi begitu kita pantau hari ini, kualitas udaranya sudah tidak sehat,” katanya.
Berdasarkan standar nasional yang ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, kategori sedang berada pada rentang ISPU 51–100. Sementara itu, angka 101–200 masuk kategori tidak sehat.
Dalam sistem klasifikasi tersebut, kategori baik ditandai warna hijau, sedang berwarna biru, tidak sehat berwarna kuning, sangat tidak sehat berwarna merah, dan berbahaya berwarna hitam.
Pembagian tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 14 Tahun 2020 tentang Indeks Standar Pencemar Udara. Klasifikasi ini digunakan sebagai pedoman untuk menggambarkan tingkat pencemaran udara sekaligus memberikan informasi mengenai risiko kesehatan kepada masyarakat.Â
Kuncoro menjelaskan bahwa dirinya terus memantau perkembangan kualitas udara selama sepekan. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perubahan kondisi sekaligus melihat kecenderungan peningkatan indeks pencemaran.
“Dalam minggu ini saya setiap hari memantau,” jelasnya.
Dari pengamatan tersebut, kondisi udara PPU sebelumnya masih berada pada angka 98. Namun, pengukuran berikutnya menunjukkan kenaikan menjadi 102.
“Minggu kemarin masih di angka 98. Begitu tadi pagi saya cek, sudah di angka 102,” ujarnya.
Kuncoro menyebut angka tersebut merupakan nilai tertinggi yang ditemukannya dalam periode pemantauan sepekan.
“Ini yang paling tinggi untuk kualitas udara di PPU dalam minggu in. Kita belum bisa tahu (kapan kondisi paling berbahaya), karena alam ini tidak bisa diprediksi secara pasti,” tutupnya.
[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
