Dailykaltim.co, Penajam – Keterbatasan jumlah petugas tidak menghentikan pelayanan jemput bola aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) terus mendatangi desa dan kelurahan, termasuk wilayah Mentawir dan Kecamatan Babulu, untuk membantu masyarakat mengaktifkan identitas digital.
Kepala Disdukcapil PPU, Waluyo, mengatakan pelayanan tersebut dilakukan berdasarkan permintaan pemerintah desa dan kelurahan. Kegiatan lapangan terus berlangsung seiring meningkatnya kebutuhan aktivasi IKD.
“Makanya dalam satu bulan kemarin, sampai hari ini dan ke depan, kami terus mendatangi desa dan kelurahan memenuhi undangan mereka untuk melakukan aktivasi IKD warga,” ujar Waluyo.
Menurutnya, tingginya permintaan pelayanan membuat Disdukcapil harus mengatur jadwal kunjungan dengan mempertimbangkan ketersediaan petugas. Pasalnya, tidak seluruh pegawai dapat dikerahkan ke lapangan karena sebagian tetap harus melayani masyarakat yang datang langsung ke kantor dinas.
“Yang penting kami juga menyesuaikan dengan kemampuan operasional di lapangan. Desa dan kelurahan terus mengirimkan surat permintaan pelayanan aktivasi IKD,” katanya.
Waluyo menjelaskan, sejumlah wilayah telah masuk dalam jadwal pelayanan. Petugas Disdukcapil antara lain ditugaskan ke Karang Jinawi, Mentawir, dan Argomulyo.
“Saat ini anggota kami ada yang bertugas di Karang Jinawi, kemudian lanjut Mentawir dan Argomulyo,” jelasnya.
Khusus Mentawir, ketersediaan jaringan internet menjadi salah satu perhatian karena proses aktivasi IKD membutuhkan koneksi yang memadai. Waluyo mengatakan pihak kelurahan telah menyampaikan informasi mengenai keberadaan jaringan internet Starlink yang dapat mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Untuk Mentawir, informasi dari pihak kelurahan sudah ada jaringan Starlink. Jadi untuk kebutuhan jaringan internet relatif sudah bisa digunakan. Warga dikumpulkan di satu tempat, biasanya di kantor kelurahan, untuk melakukan aktivasi,” terangnya.
Sementara itu, pelayanan di Kecamatan Babulu juga terus dilakukan secara bertahap. Dari sekitar 12 desa dan kelurahan yang disebut Waluyo, lebih dari separuh diperkirakan sudah memperoleh kunjungan petugas.
Namun, masih terdapat sejumlah wilayah yang belum masuk jadwal pelayanan, salah satunya Api-Api.
“Di Kecamatan Babulu, dari sekitar 12 desa dan kelurahan, mungkin sudah lebih dari separuh yang kami datangi. Tinggal beberapa wilayah lagi, seperti Api-Api, yang masih perlu dijadwalkan,” ungkapnya.
Waluyo mengakui keterbatasan tenaga menjadi salah satu tantangan dalam memperluas jangkauan pelayanan. Kondisi cuaca dan kesehatan petugas juga turut memengaruhi kemampuan pelaksanaan kegiatan di lapangan.
“Karena tenaga kami terbatas. Sebagian melayani masyarakat di kantor, sebagian turun ke lapangan. Apalagi kondisi cuaca seperti sekarang, ada petugas yang kondisi kesehatannya menurun. Saya sendiri juga ikut langsung turun ke lapangan,” pungkasnya.
[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
