Dailykaltim.co, Penajam – Keterbatasan anggaran tidak menghalangi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar sejumlah kegiatan dalam rangka peringatan Hari Desa pada awal 2026. Melalui kerja sama lintas organisasi perangkat daerah (OPD), kegiatan tersebut tetap terlaksana dengan menghadirkan aktivitas masyarakat hingga promosi produk unggulan desa.
Kepala DPMD PPU, Tita Deritayati, mengatakan kolaborasi menjadi salah satu pendekatan yang digunakan agar kegiatan dapat berjalan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada anggaran instansinya.
Menurutnya, keterlibatan sejumlah perangkat daerah memungkinkan pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan memanfaatkan program maupun fasilitas yang tersedia.
“Pada awal tahun kita melaksanakan peringatan Hari Desa. Karena keterbatasan anggaran, kita berkolaborasi dengan berbagai pihak. Termasuk Dinas Pendidikan melalui kegiatan CFD, Dinas Kesehatan, dan Dinas KUKM Perindag PPU,” ujar Tita.
Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah sektor, mulai dari aktivitas masyarakat hingga pemberdayaan ekonomi desa. Pemanfaatan kegiatan car free day (CFD) menjadi salah satu bentuk kolaborasi yang dilakukan.
Selain kegiatan masyarakat, DPMD juga memberikan ruang bagi pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk meningkatkan pemahaman mengenai pengembangan usaha. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah coaching clinic atau pendampingan yang ditujukan kepada BUMDes.
“Ada jalan sehat, kemudian kegiatan coaching clinic untuk BUMDes,” katanya.
Menurutnya, keberadaan BUMDes perlu terus didorong agar mampu mengembangkan kegiatan ekonomi berdasarkan potensi yang tersedia di masing-masing desa.
Selain peningkatan kapasitas pengelola, pengenalan produk unggulan juga menjadi bagian dari kegiatan peringatan Hari Desa. DPMD menyediakan kesempatan bagi BUMDes untuk menampilkan produk yang dimiliki melalui fasilitas pameran dalam rangkaian kegiatan tersebut.
“Kita juga memfasilitasi BUMDes untuk memamerkan produk melalui tenda-tenda kegiatan. Dengan anggaran yang terbatas, kegiatan tetap bisa berjalan,” jelasnya.
Pameran tersebut menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan hasil usaha desa kepada masyarakat yang menghadiri kegiatan.
Melalui kegiatan tersebut, produk BUMDes tidak hanya ditampilkan sebagai hasil usaha, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk dikenal oleh calon pembeli maupun pihak yang tertarik menjalin kerja sama.
Meski demikian, belum terdapat rincian mengenai jumlah BUMDes yang mengikuti pameran, produk yang ditampilkan, maupun hasil transaksi selama kegiatan berlangsung. Tita mengatakan pengalaman penyelenggaraan Hari Desa menunjukkan bahwa keterbatasan anggaran dapat disiasati melalui pemanfaatan kerja sama antarlembaga.
“Jadi kita mencoba memaksimalkan sumber daya dan kerja sama yang tersedia,” tandasnya.
[PRD | ADV DISKOMINFO PPU]
*Dapatkan berita pilihan terbaru setiap hari dari Dailykaltim.co. Informasi terbaru juga dapat dilihat dan diikuti di seluruh media sosial Dailykaltim.co termasuk Instagram, Facebook, X (twitter), Tiktok dan Youtube.
